Home > Knowledge Sharing > IHSG dalam Ancaman Eropa dan Amerika

IHSG dalam Ancaman Eropa dan Amerika

Krisis Eropa dan kondisi Ekonomi Amerika menjadi Trigger Pergerakan IHSG

Oleh: Muhammad Fikri, STP, MBA

Kekhawatiran investor bahwa krisis utang yunani akan berimplikasi ke Negara lainnya di Eropa bukan tanpa alasan. Seperti diberitakan Blommberg pada tanggal 29 May 2010, The fitch telah menurunkan rating hutang Spanyol menjadi AA+ dengan outlook stabil. Penurunan rating hutang Spanyol dari AAA yang telah dipertahankan selama 7 tahun (sejak tahun 2003) menjadi AA+ pada tahun ini tentunya menandakan bahwa kondisi perekonomian spanyol menurun. Tidak hanya sampai di Spanyol, karena seminggu kemudian tepatnya 4 Juni 2010, Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, mengatakan bahwa kondisi perekonomian Hungaria sedang berada pada kondisi yang sangat kritis “very grave situation”, akibat munculnya kekhawatiran akan defaultnya kredit perumahan di Hungaria. Akibatnya, kondisi tersebut menjadi trigger utama melemahnya EURO terhadap USD pada hari jumat (4 juni 2010) menjadi US$ 1.19 yang merupakan titik terendah EURO terhadap USD dalam 4 tahun terakhir.

Disisi lain, 3500 mil dari benua Eropa atau tepatnya di benua Amerika pada hari yang bersamaan (4 juni 2010), Pemerintah US mengumumkan data pertumbuhan pekerjaan di Amerika yang mengecewakan. Angka pertumbuhan pekerjaan di Amerika memang meningkat menjadi 431,000 pada bulan mei, akan tetapi angka tersebut jauh dari ekspektasi pasar pada angka 536,000. Disisi lain pasar juga mengkhawatirkan lambatnya pertambahan pekerjaan di sektor swasta Amerika Serikat, dimana menurut sensus pemerintah hanya bertambah 41,000 posisi pada bulan mei atau jauh dibawah estimasi pasar pada angka 139,000.

Pasar mempertanyakan apabila para karyawan tidak kembali bekerja maka darimana mereka akan mendapatkan penghasilan, dampaknya purchasing power masyarakat tidak akan meningkat dan pendapatan perusahaan pun tidak akan meningkat, ini artinya pemulihan ekonomi di Amerila tidak akan berlangsung secepat yang diharapkan.

Sebagai implikasi munculnya sentiment negatif dari Eropa dan Amerika, pada hari yang bersamaan indeks Dowjones jatuh 3.15% dibawah 10,000 atau mendekati titik terendahnya pada bulan februari 2010.

Pertanyaannya saat ini adalah bagaimana implikasi kondisi tersebut terhadap pergerakan IHSG minggu depan. Mengingat bursa Amerika selalu menjadi acuan pergerakan IHSG dan Investor asing masih menguasai 65% dari total kapitalisasi pasar bursa Indonesia, maka minggu depan IHSG akan berada dibawah tekanan global dan sentimen eksternal baik itu krisis Eropa dan kondisi ekonomi Amerika akan menjadi trigger utama pergerakan IHSG.

Disisi lain secara tekhnikal IHSG sedang mengalami kondisi downtrend, walaupun kepala Bapepam-LK mengatakan bahwa penurunan yang terjadi bukan karena capital outflow, hanya saja kondisi “uncertainty” yang terjadi di Eropa dan Amerika dapat mendorong pihak asing mengalihkan asset mereka ke save heaven seperti Treasury bills, emas dan USD. Terlebih kenaikan IHSG sejak akhir tahun 2009 sudah sangat tinggi dibandingkan indeks lainnya di dunia.

Analisa Tekhnikal: Uptrend and Downtrend IHSG


Categories: Knowledge Sharing
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: